Mengenal Alexandro Rolandi – 2

Forums Kongres & MPA Ruteng 2026 Mengenal Alexandro Rolandi – 2

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #53
    TA
    Participant

    Sumber : https://www.realitantt.com/berita/1662741771/alexandro-rolandi-resmi-maju-calon-ketua-pp-pmkri-di-kongres-ruteng-usung-manifesto-pmkri-sadar?page=2

    Alexandro Rolandi Resmi Maju Calon Ketua PP PMKRI di Kongres Ruteng, Usung Manifesto ‘PMKRI SADAR’

    RealitaNTT.com – Eskalasi jelang momentum akbar Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Kota Ruteng kian menghangat.

    Alexandro Rolandi, kader potensial asal PMKRI Cabang Denpasar, secara resmi mendeklarasikan kesiapannya bertarung dalam kontestasi pemilihan Ketua Pengurus Pusat (PP) PMKRI periode mendatang.

    Tidak sekadar modal popularitas, pria yang akrab disapa Roland ini datang dengan membawa cetak biru gagasan besar yang dirumuskan dalam konsep taktis PMKRI SADAR.

    Naskah manifesto ini disiapkan sebagai ikhtiar ideologis untuk memperkuat kompas orientasi organisasi di tengah disrupsi dan tantangan zaman yang terus berkembang pesat.

    Menurut Roland, setiap generasi baret merah (sebutan kader PMKRI) memikul tanggung jawab sejarah untuk menjaga warisan nilai para pendahulu, sekaligus dituntut adaptif merespons gerak dinamis perubahan global.

    “PMKRI SADAR bukan sekadar slogan politik organisasi, melainkan sebuah ajakan untuk membangun kesadaran kolektif di seluruh tingkatan kaderisasi dan kepemimpinan PMKRI. Ini adalah PMKRI yang sadar akan realitasnya, berakar pada nilai-nilainya, peka terhadap perubahan zaman, jelas arah perjuangannya, dan berani mewujudkan gagasannya dalam tindakan nyata,” tegas Roland secara eksklusif kepada RealitaNTT.com, Kamis (4/6/2026).

    Roland menambahkan, organisasi yang besar bukan hanya dinilai dari seberapa aktif mereka bergerak di jalanan, melainkan sejauh mana organisasi tersebut memahami esensi mengapa ia bergerak, ke mana arah gerakan dituju, dan untuk siapa perjuangan itu didedikasikan.

    Bedah Dokumen Gagasan: Meneguhkan Nilai, Menguatkan Kaderisasi

    Dalam dokumen visi-misinya yang bertajuk “Meneguhkan Nilai, Menguatkan Kaderisasi, Memperbarui Perjuangan”, Roland menggarisbawahi bahwa problematika PMKRI hari ini bukan semata-mata soal kuantitas kader atau intensitas seremonial kegiatan.

    Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memastikan sistem kaderisasi, gerakan perjuangan, dan pola kepemimpinan tetap berakar kuat pada tiga benang merah (Kristianitas, Fraternitas, Intelektualitas) yang menjadi alasan fundamental perhimpunan ini didirikan.

    Sebagai bentuk ejawantah dari visi PMKRI SADAR, mantan aktivis PMKRI Denpasar ini menawarkan empat agenda strategis yang akan menjadi episentrum perjuangannya di tingkat nasional:

    1. Peneguhan Nilai

    Mengembalikan pembinaan berlandaskan asas Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas sebagai ruh utama yang menghidupi seluruh proses kaderisasi dan kebijakan organisasi.

    2. Revitalisasi Kaderisasi

    Memastikan lini pembinaan tetap menjadi jantung gerakan PMKRI guna melahirkan kader yang berintegritas, kokoh secara kapasitas intelektual, memiliki keberanian sosial, serta siap mengabdi bagi Gereja dan Tanah Air.

    3. Penguatan Tradisi Intelektual

    Mentransformasikan PMKRI sebagai laboratorium pembelajaran, ruang refleksi, dialog ilmiah, penelitian, hingga produksi gagasan konkret yang mampu menjawab kebutuhan publik.

    4. Relevansi Perjuangan

    Memastikan kehadiran nyata PMKRI dalam mengawal isu-isu krusial seperti penegakan martabat manusia, keadilan sosial, iklim demokrasi, sektor pendidikan, kelestarian lingkungan hidup, akselerasi transformasi digital, hingga masa depan generasi muda Indonesia.

    Secara gamblang, Roland melayangkan otokritik terhadap model gerakan mahasiswa kontemporer. Ia menilai marwah dan taji organisasi tidak dapat diukur secara kalkulatif hanya dari banyaknya rilis pernyataan sikap yang diproduksi di media massa.

    Parameter keberhasilan yang sesungguhnya adalah keberanian para kader untuk turun langsung ke basis massa dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan riil masyarakat.

    Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pencalonannya sebagai Ketua Pengurus Pusat PMKRI bukanlah sekadar syahwat kontestasi kepemimpinan jangka pendek, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merekonstruksi orientasi perjuangan organisasi secara kolegial.

    “Dengan kerendahan hati dan kesadaran penuh akan tanggung jawab yang menyertainya, saya menyatakan kesediaan untuk maju sebagai Calon Ketua Pengurus Pusat PMKRI dalam Kongres XXXIV dan MPA XXXIII di Ruteng,” cetus Roland optimistis.

    Melalui komitmen PMKRI SADAR, Roland berharap PMKRI yang akan berkongres di jantung Manggarai ini tetap berdiri kokoh sebagai rumah besar kaderisasi yang setia pada khittah dasarnya, relevan terhadap tantangan zaman, serta mampu memberikan sumbangsih nyata bagi Gereja dan Indonesia.

    Sebab bagi Roland, kualitas kepemimpinan tertinggi pada akhirnya tidak akan diukur dari jabatan yang direnggut, melainkan dari nilai yang diwariskan, kualitas kader yang dibentuk, serta rekam jejak pengabdian yang ditinggalkan.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.